Assalamu alaikum
Malam bebs, yang tadi nonton
Jodha Akbar mana suaranya? Hehehe. Gak usah malu ah bebs. Jujur dari hati yang
paling dalam, sebenarnya saya juga senang ngikutin serial jodha akbar. Bukan karena
fanatic bollywood ato tertarik dengan kumis raja jalal yah, tapi asli saya tertarik
dengan pesan cerita, juga kesan karakter masing2 pemainnya. Kita bisa menempatkan
beberapa point of view dalam cerita tersebut . Sebuah cerita kerajaan yang menggambarkan kompleksitas
polemic yang mutlak terjadi dalam sebuah kepemimpinan. Menonton jodha Akbar
seakan mengajakku bercakap tentang arti
kekuasaan, penegakan hukum yang semestinya tak pandang bulu, perlawanan dan pertahanan
yang butuh strategi dan sekutu, penegakan
keadilan yang selalu berdampingan dengan putusan dilematis, kawan yang
sejatinya adalah musuh tak terbaca, eksistensi perempuan, romantisme malu-malu
kucing yang berisyarat bahwa cinta itu pengorbanan bukan kemesraan seperti yang
disajikan pilem2 abg alay. Nah loh… kok bahas Jodha Akbar sih? nonton sampe ketiduran tadi soalnya bebs. So, sorry yah bebs
yang doyan nonton ganteng ganteng seringgila… Uppss
Betewe, Gimana MONsterDAY nya bebs?
Sibukkah? Yaudah… kalo sibuk jangan lupa ucap alhamdu?? Lillah (cord). Bersyukurlah
karena kita masih diberi kesempatan untuk ber-sibuk-an. Asalkan sibuknya
membawa manfaat yah bebs, misalnya sibuk demi sesuap nasi dan sebongkah
berlian, kalo gak dapet bongkahan berlian bongkahan batu bacan juga gak papalah.
Karena sesungguhnya sesibuk-sibuknya nyari bongkahan batu, jauh lebih mulia
dari pada sibuk ngurusin privasi orang lain. Betul ato benar bebs?
Ngomong ngomong soal batu, saya
mau berbagi kesan dan cerita sedikit bebs… sedikit sedikit kok cerita? heheh. Tapi
sebelumnya maaf yah kalu suara saya agak serak2 becek, soalnya hidung malu-malu
mancung ini lagi mengalami kesenjangan sirkulasi oksigen antara sebelah kira
dan kanan. Badan lemes gegara body hot mendayu-dayu (baca: demam
disertai batuk). Tapi Kata orang bijak nih yah, kesulitan/kesakitan itu diciptakan untuk
mengetahui siapa yang peduli padamu. Saya sepakat, tadi tiba-tiba salah satu
teman saya yang ngakunya alumni fakultas kedok (kedokwa’an) memberi saran yang
cukup brilliant setelah tau kondisi saya. katanya kalo susah tidur dengan posisi menghadap kiri atau
kanan, saya disarankan tidur menghadap yang kuasa biar tenang katanya. Sayang
sekali pedulinya overdosis. Jangan ditiru yah bebs, pedulilah sesuai dengan
porsinya, jangan berlebihan sebagaimana sabda Rasulullah: "Janganlah
kalian berlaku ghuluw (sikap berlebih-lebihan)” :D
Kembali ke soal batu… tak mau
kalah dengan saya yang lagi demam batuk, para lelaki saat ini lagi terkena
demam batu. Dan saya berani jamin jam selarut ini masih ada yang lagi sibuk dengan
batu mulianya. Ckckckc. Gak percaya? Coba deh yang perempuan.. skrng telepon patjar
kalian, saya pastikan gak bakalan diangkat. Itu artinya mereka masih sibuk
gosokin batu bongkahan dan lebih memprioritaskan batu dari pada kamu makhluk
Tuhan yang paling anu bebs. Kalo itu terjadi, gak usah pikir panjanglah, malam ini
kalian harus susun kata-kata untuk memutuskan hubungan kalian bentar pagi… kalo
bisa momentnya di saat hujan turun biar feel dan soulnya dapet … Hahahaha (semua
jomblopun bersorak riang).
Lanjut......
Teringat kata dosen
filsafatku dulu tentang sifting paradigm. Dimana pergeseran paradigma akan
terjadi dalam siklus kehidupan. Warning bebss!! kayaknya kita sebagai perempuan
harus berhati-hati dgn sifting paradigm yang menggerogoti kaum lelaki skarang
ini. Bagaimana tidak, mayoritas dari kita tentunya menganggap dan mengakui bahwa
sosok perempuan adalah reflleksitas wajah kemuliaan, namun seiring berjalannya
waktu, kemuliaan itu kini bergeser pada sosok batu.
Eh tunggu dulu… saat batu menjadi
“yang mulia”, apa kabar dengan yang mulia HJ. Najemiah?
Ingatkan bebs, saat mantan Kapolda (dua periode sebelumnya) dalam
sebuah sambutan, beliau menyematkan kata
“mulia” pada sosok Hj. Najemiah dkk atas hibah tanah dan beberapa unit
kendaraan operasinal terhadap pihak kepolisian.
Bisa dikatakan saat itu kata “mulia” mengalami pergeseran makna pada sebuah
kekuasaan dan kekayaan materil. Nah, sekarang? Kemuliaan itu disematkan pada
batu bebs… batuuu…
Ini membuat saya penasaran,
sehingga diam-diam saya melakukan obesrvasi. Dan alhasil bisa dikatakan 10 dai
7 lelaki yang saya jumpai semuanya bangga memamerkan batu mulia di jidatnya… eh
di jarinya maksudku bebs. Mulai dari seukuran upil sampe seukuran biji durian. Di
mana-mana semua pada asik membahas batu. Ekstrimnya lagi, kemarin pas mo
ngampus tanpa sengaja saya melihat
beberapa orang yang serius mengais ngais
batu kerikil yang berserakan di pinggir aspal, tangan kirinya terlihat
menggengam beberapa batu hasil seleksinya. Tadinya sih niat mau nanya2 sekedar
basa basi busuk pengen tahu batu apa yang dicarinya... Tapi ku urungkan, jalan
macet akibat cara markir motornya aja dia abaikan apalagi saya. Pikirku… lagian sudah bisa ditebak kok, batu yang dia cari gak mungkin batu tawas apalagi batu ginjal kan?
Jika ditinjau kacamata minus saya
berdasarkan hasil observasi tersebut, saya bisa menarik ulur kesimpulan bahwa saat ini manusia cenderung kembali pada zaman batu.
Lah, apakah ini berarti kita mengalami fase kemunduran? ibarat kata kita
kembali menjadi spesies phitecontrhopus
erectus dongs bebs?? Kalo dulu dikenal dengan zaman paleolitikum (batu tua)
atau mesolitikum (batu muda), nah sekarang mungkin namanya zaman Bacanlitikum
(batu mulia), dimana semua pada berpindah-pindah tempat untuk mencari bongkahan
batu bacan. heheheh. Ah entahlah bebs…
Terlepas dari pikiranku yang
ngasal ini, bukan maksud saya untuk menyudutkan atau meng-ofside-kan pemaknaan
sebuah perempuan, batu, dan kemuliaan. Hehehe. Ini hanyalah coretan kasar dari
pemikiran standar yang mulai melemah terisap pekat malam. Yahh… Kasat mulia
adalah tentang persepsi, olehnya muliakanlah sebuah kepantasan. Memuliakan bukan berarti menghamba kan bebs?. Yups…
I think so, yang penting tetap pada porsinya. :D
Sekedar bocoran, saya juga punya
beberapa koleksi batu permata kok bebs, bacan, akik, dan satu lagi warna hitam gak
tau apa namanya. hehehe
Udah dulu yah bebs, maap kalo ada
salah kate karena sesunggungnya kate tak salah apa2. eh nitip salam dong buat dia
yang entah siapa, berharap suatu saat dia
dan saya akan saling memuliakan. :*
Sdh jam 2 rupanya, yang niat sahur…
selamat bersantap yah bebs. Eike take a rest dulu. Akhir kata, meski gula mengalami kenaikan tetap sweet
dream yeahh!
Wassalam alaikum warahmatullah…