Assalamu alaikum :)
Malam bebbs…. makin manis aja nih
gue, kalo kamu?? Semoga sama yah… kalopun
tidak mampu menyamai sweet face-ku, setidaknya malam ini saya
dan kamu memiliki kadar kegila-an yang sama yah bebs (sambil nyayi’in lagunya
Andrew Garcia I'm not crazy, I'm just a girl, I'm doing everything that I can. Jreng jreeeeenggg).
Sorry agak nyombong bebs, mungkin
bidikan doktrin tentang perlunya meninggi pada moment-moment tertentu tepat
sasaran ke otak ini bebs (nunjuk dengkul). Untuk malam ini, menurutku kalimat dan gaya pembuka
dalam coretan ini mesti meninggi dikit meskipun ibarat kata saya sedang berada di
bawah permukaan laut semenanjung arab di dekat laut mati, yang konon kabarnya secara geografis di
sanalah tempat terendah yang ada di bumi. Hmm, yah bisa dibilang gaya meninggi itu
strategi agar kalian tertarik menengok coretan ini. tapi tenang saja, orangnya
asli low profile kok, gak sombong, anti
todong-menodong, suka makan kedondong dan naik odong-odong. Hahaha.
Badai wehh (red: ngomong-ngomong),
jangan tersinggung yah bebss kalo saya menyempatkan diri nyinggung kegilaan
kalian. Saya sih berharap ada kebanggan tersenidiri dengan sisi kegilaan yang
kita punya. Coba pikir… salah satu tokoh Jenius Thomas Alva Edison yang di droup out karena kebodohan pertanyaannya,
dan yang lebih menyedihkan lagi pemikiran dan gaya hidupnya dianggap gila oleh
orang-orang sekitarnya. Namun siapa sangka karena pertanyaan bodoh dan
pemikiran gilanyalah kita bisa hidup dan bisa bertemu terang di saat malam
menyembunyikan matahari.
Dibalik perilakunya yang dinilai tidak
lazim sebagai orang normal, ada seorang yang selalu mendorong dan memberinya
semangat hingga ia bisa membuktikan kepada dunia bahwa dibalik kegilaannya itu ia
bisa menciptakan sebuah karya yang luar biasa bernilainya sepanjang masa. Siapakah
orang itu? Yup, ia adalah seorang ibu. Dalam sebuah tulisan, Thomas berkata
“ibukulah yang telah menjadikan ku seperti ini. Beliaulah yang menghormati dan
mempercayai aku. Baginya, aku adalah yang paling berharga di dunia ini. Aku ada
karena beliau ada. …….” (maaf gak hapal seluruhnya bebbs :( ). Intinya, beliau begitu
menghargai dan menghormati pengorbanan dan kasih saying seorang ibu dalam
pencapaian hidupnya.
nahh berbicara tentang Ibu, hari ini Indonesia beserta isinya sedang memperingati
hari ibu. Hari dimana penghargaan dan penghormatan bagi IBU menjadi seruan kompak dari sabang sampai
marauke. Yang lucunya di tengah eufhoria itu, masih saja sebagian dari kita memandang
sinis cara dan gaya pernyataan selamat
kepada seorang Ibu. Hehehe. Gak heran sih, Indonesia gitu loh, semua bisa jadi
perdebatan. Masih mending kalo perdebatan itu diniatkan sebagai hal positif
untuk sebuah kebenaran. Nah kalo cuman mencari mana yang hebat dan mana yang
menang dengan mempersalahkan dan nyindir orang lain? Dibilang gila juga kagak,
nanti Idolaku Thomas A. Edison malah tersinggung lagi. :D
Penghargaan akan pengorbanan,
ketulusan, kasih sayang dan sebagainya dari seorang ibu semestinya bukan di
moment ini saja, saya pribadi sangat setuju dengan itu bebh. Tapi, bukan
berarti kita harus sinis menanggapi orang lain yang coba mengingat dan
mengutarakan penghargaannya di Media social kan?. Bahkan ada yang nyeletuk,
jika orang yang memperingati hari ibu di moment ini hanya latah, sok perhatian,
bahkan dinilai hanya sebatas kata selamat saja, bukan tindakan. Wets, hebat yah.. bisa tau niat dan kelakuan orang yang tidak
disaksikan secara langsung, orang itu pasti sanro (baca:dukun). Terlepas dari
latah dan eufhoria kata selamat hari Ibu, harusnya kita bisa melihat dan memaknai
moment ini. Bagaimana berartinya sosok “IBU” / “Perempuan”, saking berartinya Negarapun menetapkannya sbg
hari nasional untuk mengingat dan merenungkan eksistensinya. Tepatnya tanggal 22 Desember, tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di ulang tahun ke-25 Kongres Perempuan
Indonesia pada Tahun 1928. Santernya sih tanggal tersebut dipilih untuk
merayakan semangat Perempuan Indonesia juga untuk meningkatkan kesadaran
berbangsa dan bernegara. Yang berarti hari ini semua perempuan berhak merasakan
semangat hari ibu, termasuk saya ini bebs. Iyyaa… saya kan calon ibu juga? Hehehe.
Oke bebh, melalui coretan ini…
saya mau berterimakasih buat IBU-IBU yang begitu berjasa (jangan disinisi apalagi dia alay-in yahh bebsss :p)
Untuk Ibuku, yang sebenarnya dalam keseharian saya memanggilnya mama’... Terimakasih, atas kreasi tattoo kerennya
di punggungku tiap saya masuk angin, trimakasih daun jaraknya tiap saya
menyembunyikan rasa mual di lambungku, terimakasih jahitan pada sobekan bajuku
yang membuatku terlindungi dari terik dan pelecehan, terimakasih mau menerimaku
dalam berbagai kondisi, terimakasih atas pemberian maaf ditiap kenakalan dan
pembangkanganku, terimakasih atas air mata harapannya, terimakasih atas doa
yang tak pernah putus, terimakasih untuk segalanya :) :*
Juga terima kasih untuk Ibu-Ibu
dan perempuan-perempuan hebat yang ada…
Terimakasih untuk Ibu penjual Koran,
Ibu Petani, Ibu Nelayan, Ibu di tepi Jalan, seluruh Ibu dan perempuan-perempuan
hebat tanpa terkecuali…
Sampaikan Salamku pada si “Bapak”
yang begitu tampak gagah mendapat pendampingan oleh sosokmu, sampaikan rasa banggaku
pada si “ anak” yang begitu beruntung
lahir dan besar dalam belaianmu.
Oh iyya terima kasih juga buat bebss bebbss yang sempat
menengok coretan tanpa makna ini, heheh. Udah dulu yah, mo lanjut nikmatin
isapan sebatang nihhh (coki-coki). J
Yang merindu, jangan sungkan saya tunggu di mimpi yahh bebs
:D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar