Malam ini gerah padahal di luar masih bau basah, meskipun
gak lagi basahmami amat bebss *ehh. Atau mungkin saja saya gerah lantaran
terjangkit sindrom “Jokowi effect”
gara-gara tadi sempat sok mau tau urusan Negara lewat berita online. Gimana
tidak, judul berita yang disajikan membuat penasaran meskipun kadang beberapa
judul berita gak sinkron sama isi beritanya. Terlebih lagi jika judulnya
menggelitik, terkesan provokatif dan sedikit menyinggung privasi. Seperti yang sempat saya lihat tadi nih bebss, judul beritanya “Ada Djarot, Ahok Sumringah Kini Tak
Lagi 'Jomblo'” nah lohh… nyinggung
banget kan mblo??? Hahahah
Ah sudahlah… malam ini coretan saya bukan untuk
bahas soal akhir penantian Ahok, atau soal pro kontra kebijakan Bu Rini di sana
(nunjuk Gedung Kementrian BUMN), apalagi pemahamanku yang masih awam dan terbilang
polos untuk menilai sebuah kebijakan. Ahhaaiii…
Malam ini saya mau buat pengakuan bebbss… iya
pengakuan tentang rasa. Sekiranya kalian pernah lihat iklan mie yang kalo gak
salah si model iklannya bilang “lidah boleh bo’ong, soal rasa gak bisa bo’ong!”
nah , pesan bijaknya dapat banget tuh bebss dan saya sepakat saja dengan itu.
Malam ini saya membuat pengakuan tentang rasa
ini… widdih macam lagu saja yah bebs?!
Berikut pengakuanku *tiba-tiba hening*
Saat ini rasa ke-tidak mengerti-an tentang
perasaan sendiri membawaku pada ruang spekulatif, supaya bisa menegaskan
status dan sikon perasaanku meski ku akui ada sebuah usaha kamuflase. Akal ini
seakan berinisiatif untuk membentuk sebuah rasa agar mampu diterima oleh
rasioku dan mencoba untuk tdk terjebak dengan rasa yang aneh itu, ahhhh…. terlalu sok pemikiran ini.
Ada suatu perasaan yang jangankan untuk
merasionalkannya, mendeskripsikannyapun saya tdk mampu. aakh… dasar
pecundang perasaan ini. dia hanya mampu menunggu salah satu diantara sedih,
riang, duka, cita, emosi, susah, senang, dan satu lagi kata yang membuatku
segan untuk mengatakannya. dia adalah CINTA. Ataukah ini yang sedang diadaptasi
oleh rasa dan tak mampu dipaparkan oleh logika yang dangkal ini?
Mereka kadang berkata… jangan terlalu sentimen
menyikapi kata CINTA, jangan sampai kau terjebak karenanya. Tapi nyatanya,
sekarang saya sedang berada di dalamnya dan mulai terjebak. Jiaaahhh, pengakuan
ini membuatku malu dan sedikit risih. Yahh, semuanya karena pengakuan ini
diimbuhi dengan sebuah kata dasar yang arbitrer, kata “Cinta”. Kata yang timbul begitu saja yang dalam bahasa gaul dikenal dengan istilah ero'ero'. Begitu
juga dengan perasaan cinta itu, ia bisa timbul begitu saja, timbul tanpa aturan.
Cinta Serupa Mati, ditemukan dan menemukanya adalah tanpa syarat dan tak bersyarat, di sanalah awal cerita kebebasan dan pembebasan, dan dia ada.
Saya tidak begitu mengenalnya, tp tau kah dia… ada
senang saat dia tertawa karenaku, ada bahagia jika terjadi perdebatan kecil
yang membuat kami seakan memahami, dan pastinya ada bahagia jika suatu saat dia tau itu.
Inilah pengakuanku, yang diam diam bersembunyi dibalik rasa yang terpungkiri,
dibalik logikaku yang agak sok tau. Tapi, pengakuan ini suatu saat akan berubah dan
termarginalkan oleh rasa itu sendiri. Saat diri ini sadar jika senyum, tawa dan
bahagianya bukan karenaku.
Dan saat itu semua akan berlalu… mungkin dengan
penyesalan.
****__*****
Gimana bebss, pengakuan rasa di atas?hehehhe
Banyak kemungkinan dari pengakuan ini, entah sebuah pengakuan kisah nyata
yang ku alami, ataukah hanya karangan kisah yang muncul ketika sang
inspirasi lagi bersahabat… hanya aku, dan Sang Maha Mengetahui yang tau itu. Jika seumpanya benar, wahh beruntung sekali orang itu... bagaimana tidak? pengakuan soal rasaku adalah poin yang sangat mahal. :p
Dan sekarang saya cukup berani untuk berkata “ini
adalah kisahku yang bukan fiktif, dia nyata, dan saya merasakannya”. Tapi,
apakah yang saya katakan itu mutlak kebenarannya atau hanya bohong belaka?...
ingat bebs... lidah bisa bohong, tapi soal rasa??? hahahah lagi-lagi, hanya saya yang tau.
Inilah pengakuanku yang tak bergaransi bebsss… Selamat malam dan salam mahal untuk sebuah rasa :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar