Assalamualaikum….
Semangat siang bebs, semoga
berkah dan bahagia menyertai kita semua.
Seperti biasa, kalo otak lagi
heng ngedit naskah yang sejatinya tidak linear dengan bidang keilmuan(ku), pilihan
ketiga setelah ngemut coki2 dan memandangi batu bacanku, yah ngunjungi blog ini. Di
sini saya bisa nyorat nyoret ngasal tanpa harus meremas kertas jika sekiranya
tidak sesuai dengan aturan EYD (Ejaan Yang Dilebay lebaykan). Halllaahhh…
Lama tidak berkunjung ke blog
ini, takutnya jadi lumutan dan jamuran karena sudah lama dibiarin kosong, mirip
hatimu bebs. Hehehe.
Anyway, mungkin ini kali pertama
saya mengunjungi blogku disiang hari, biasanya sih disaat malam. Sehingga pembahasannya
yah paling sekitar ratapan ratapan rindu dari para responden jones. Ahhaii.
Hmmm… sebenarnya gak ada hal
penting sih pembahasan coretan kali ini, cuman mau mengingatkan kalo ini hari
jumat, besoknya hari sabtu dan lusa hari minggu, selasa, rabu, kamis, dan
kembali ke jumat. Hehehe. Gak pentingkan?
Tapi ceritanya jadi penting kalo menyangkut
kamu (nama disamarkan). Yups sdh kubilang kan?, saya selalu memantaumu di sudut
nyata dan maya. Jadi jangan nakal. Jika tidak, berarti kamu tidak nakal. Hahaha.
Apasihhh.
Melalui coretan ini, ada beberapa
catatan yang ingin kutitip khusus pada si samar, jd maaf yah bebs kalian saya
kantongin dulu di coretan ini. heheheh peace.
Eh kamu yang samar… tenang saja
ini bukan catatan kredit, atau catatan hapalan rumus fisika, juga bukan catatan
merah dari KPK mengenai track rekordmu. Yah bisa dibilang ini ultimatum mesra yang
ingin kudedikasikan buat kamu. Lancangkan?? Hehehe.
Jadi, perhatikan sedetail mungkin, hayati dan
perankan karena ini penting dan tidak akan kamu dapati pada NAWA CITA Bpk.
Jokowidodo.
Intinya adalah jangan ada “menolak ingat” diantara kita. Adapun isi point sebagai berikut:
1. Jangan
lupa kalo kamu itu manusia
2. Jangan
lupa kalo kamu itu lakilaki
3. Karena
kamu lakilaki… maka jangan lupa kewajiban untuk shalat jumat
4. Shalat
jumatnya jangan lupa di Masjid dan menghadap kiblat
5. Jangan
bahas batu kalo khatib lagi ceramah
6. Jangan
lupa sedekah, tapi kalo kantongmu kosong, yaudah… ada kata bijak yang
mengatakan “senyum itu sedekah”. Nah senyum saja ke kotak amalnya. heheh
7. Nah
yang paling penting, jangan lupakan orang terkasihmu setelahnya. Doakan mereka.
Doakan Negara kita. Doakan pemimpin kita. Dan jika sempat, yah itupun jika kau
tak malu pada Tuhan, doakan Aku… selipkan Aku ditiap harapanmu.
Nah itu saja, lagian adzan sudah
berkumandang, berjalanlah dengan gagah dibalik nyatamu yang kusamarkan. Eehh,
tunggu dulu, kopiahnya miring, sini saya rapikan. Hehehhe.
Oh iyya, besok sabtu malam, jangan
hiraukan kemacetan dan ritual satnite yang lebay di luar sana. Bukankah kita tidak
pernah sepakat untuk melakukan ritual satnite? Yah selama ini diam diam kita
hanya merindu, karena rindu tidak butuh kesepakatan dan kode etik. Tenang saja buaya dan
cicak tidak akan marah, karena yang direpotkan hanyalah masing2 dari kita yang
merindu.
Lagian kita bukan seperti mereka
yang mengagungkan ritual macam itu, merugikan pemerintah, menambah kemacetan,
dan menambah polusi udara yang hanya menyakiti paru2 alam. hehehe (padahal
dalih).
Maaf jika tak sempat meng’kode
kabar esok malam, soalnya sebentar sore saya dan teman berencana take the
road ke kaki gunung, menyeruput kopi
bersama masyrakat yang ramah di sana. yah lingkup yang terlepas dari tendensi. oh iyya, di sana gak ada sinyal, jadi maaf
membuatmu merindu untuk sementara waktu.
Tapi tenang saja, setiap
seruputan kopi, adalah aroma rindu yang menggantung di langit2 hidung. Setelah terteguk,
aromanya hilang tapi semakin mendekat, di NADIku mungkin.
Itu saja yah saya mo prepare rong... heheh
Nah buat bebs2ku, jangan cemburu
ke si samar yah bebs? bukan salah dia kok, dia hanya beruntung.
Wassalam.
Teringat quote Sujiwo Tedjo “adakah
yang lebih romatis dari suara gesekan sandal ke aspal dan kibar suara sarung
oleh laki laki menuju jumatan?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar